21:50 Rêverie Eau de Parfum






Category: Wewangian
AMBER - WOODY
Vanilla - Cedarwood - Tonka Bean
Sebuah godaan sensorik. Fantasi yang jauh. Esensi dasar bumi. Victoria Beckham mengekstrak suasana mewah malam-malam Jawa dalam ingatan 21:50 Rêverie: aroma berumput daun tembakau yang dibawa lilin dalam angin malam tropis; jejak lembut buah plum di bibir orang lain; kekasaran alami buah vanilla dan biji Tonka yang menyatu dengan kayu cedar tanah.
21:50 Rêverie membangkitkan kembali ingatan akan transformasi yang digerakkan oleh lembah-lembah Jawa yang seperti mimpi. Pada tahun 2001, di ambang babak baru dalam hidupnya, Victoria dan David bepergian ke jantung Jawa yang terpencil. Terletak di hutan hujan, ia mengalami katarsis, dirangkul dan dipesona oleh alam kuno yang harum di pulau itu.
Saat makan malam di ruang terbuka dikelilingi sawah dan tanaman vanilla sejauh mata memandang, ketika jam menunjukkan pukul 21:50 dan senja menutupi cakrawala pegunungan, lanskap menyala dengan ribuan lilin teh. Berkelip di malam Jawa, pemandangan itu tampak seperti lamunan: sebuah khayalan; momen kejernihan dan penemuan kembali, berakar pada kemurnian organik lanskap dan angin perubahannya.
21:50 Rêverie meniru dalam aroma kenangan Victoria Beckham tentang kebangkitan pribadi: keadaan pikiran seperti mimpi yang diisi energi baru, diangkat oleh hembusan angin hutan yang rimbun yang melintasi kabut berminyak dari nyala lilin yang menerangi dataran sawah; gemuruh samar hutan hujan di kejauhan; dan hembusan udara segar yang memperluas pikiran yang datang dengan ketenangan mistis alam.
Diciptakan bekerja sama dengan parfumier master Jérôme Epinette, wewangian artisanal tanpa gender ini dibuat secara intuitif untuk mewujudkan esensi merek fesyen dan kecantikan Victoria.
Keunggulan murni dalam segala hal: Itulah Standar Victoria.
Bebas kekejaman, Vegan, Bebas Gluten, Bebas Kedelai, Bebas Kacang.
Dibuat di AS dari Bahan AS dan Impor. Dirancang di Prancis.









